Minggu, 02 Februari 2014

Tak terasa usia sudah semakin tua, Sebuah Motto…


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an surah Al Ahqaaf ayat 15-16:

 … sehingga apabila ia telah dewasa dan usianya mencapai empat puluh tahun, maka ia berdo’a; ‘Ya Allah, tunjukilah aku jalan untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, agar aku dapat berbuat amal shalih sebagaimana yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.''
Mereka itulah orang-orang yang Kami (Allah) terima dari mereka amal-amal baik yang telah mereka kerjakan, dan Kami ampuni segala kesalahan mereka bersama para penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah Allah janjikan kepada mereka."

Sesungguhnya berjalan menuju apa-apa yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala itu merupakan tujuan seorang hamba yang bersedia memposisikan dirinya dihujani cercaan akibat dari tindak ketaatannya kepada Allah, oleh mereka yang berbeda pandangan dan juga keyakinan. Untuk itu sudah seharusnya seorang hamba bersiap dengan membekali diri dalam menempuh perjalanan menuju alam akhirat. Dan juga berjalan di jalan orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu jalan para nabi, orang-orang yang benar imannya, orang-orang yang mati syahid dan juga orang-orang yang berbuat amal shalih.

Kehadiran seorang teman «yang mendukung» dalam sebuah perjalanan mempunyai kedudukan yang amat penting. Untuk itu, orang-orang yang bersegera menuju Allah, sudah seharusnya saling menolong dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa, juga saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Hendaknya setiap orang terhadap sahabatnya mendudukkan diri sebagaimana seorang yang mengobati rasa sakit kekasihnya, menyuapkan kepadanya obat-obatan yang pahit, dengan harapan akan menimbulkan akibat yang baik dan menjadikannya sehat kembali.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyayangi hamba-Nya yang cepat dalam memahami apa yang diciptakan baginya, dan menyiapkan bekal untuk hari kebangkitan di akherat kelak. Jiwa manusia yang fitri sangat merindukan kedudukannya di sisi Allah, dan juga tanah airnya yang jauh lebih baik nilainya dari apa yang ia dapatkan di dunia ini.

Sabtu, 01 Februari 2014

Sebuah Pengantar



Segala Puji bagi Allah yang menjadikan segala yang ada sebagai hujjah atas keTuhanan-Nya dan keesaan-Nya. Dia menjamin keselamatan bagi orang yang bersaksi atas keesaan-Nya. Bagi orang yang meminta perlindungan kepada-Nya dan bertaqwa kepada-Nya, Dia siapkan jalan keluar bagi setiap kesulitan yang dihadapinya. Bagi orang yang bertawakal kepada-Nya, Dia siapkan jalan keluar bagi kesempitan yang menimpanya. Maha Suci Dzat yang menganugerahkan banyak sekali kenikmatan kepada makhluk-Nya.

Dia mewajibkan diri-Nya bersikap rahmat. Dia sebutkan dalam kitab yang ditulis-Nya sendiri bahwa rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya dan Dia menyempurnakan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dia menundukkan daratan, lautan, matahari, bulan, malam, siang, mata air, sungai, sinar, dan kegelapan. Dia utus Rasul-Nya kepada mereka, Dia menurunkan Kitab-kitab-Nya kepada mereka.
"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit." (Qs. Al An'am [06]: 125)

Dia mengangkat martabat orang-orang yang mengikuti Al Aqur'an, mengamalkan ayat-ayat muhkam, dan beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat ke puncak tangga kebahagiaan. Dia menimpakan kekalahan kepada orang yang berpaling dari-Nya, tidak mau menghadap kepada-Nya, dan mencari petunjuk selain petunjuk-Nya. Sesungguhnya Al Qur'an adalah pengingat yang bijak, jalan yang lurus, berita yang benar, tali Allah yang kokoh, sekaligus perjanjian-Nya. Jadi, berpegang teguh kepada-Nya pasti menuai sukses besar dan selamat.

Saya bersaksi bahwa tiada Illah yang berhak disembah selain Allah, Dia tidak memiliki tandingan, anak, istri, dan tidak ada seorang pun yang memberi pujian yang sempurna kepada-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya, Rasul-Nya, manusia pilihan-Nya, dan orang yang dipercaya yang diberi-Nya wahyu. Beliau diutus sebagai rahmat untuk seluruh alam semesta, panutan bagi orang-orang yang mengerjakan amal shalih, hujjah bagi orang-orang yang berjalan menuju Allah, dan hujjah bagi seluruh hamba-Nya.

Dengan perantaranya, Allah memberikan hidayah kepada manusia dan membebaskan mereka dari kebodohan. Dengannya Allah memperbanyak jumlah orang-orang yang beribadah kepada-Nya. Beliau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, memberi nasihat kapada umat, berjihad di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya, dan beribadah kepada Allah hingga nafas terakhir. Tidak ada satu kebaikan pun yang tidak beliau tunjukkan kepada umatnya, tidak ada satu kejahatan pun yang tidak beliau peringatkan, dan beliau melarang umatnya meniti jalan yang menuju kepada kejahatan tersebut. Dakwahnya berjalan mengiringi perjalanan matahari ke seluruh belahan dunia. Agamanya menyebar sejauh jangkauan malam dan siang. Semoga Allah memberi ganjaran yang baik kepadanya dan shalawat atas beliau, shalawat yang memenuhi seluruh langit dan bumi, dan semoga salam tercurahkan kepadanya.

"Seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon tersebut memberikan buahnya kepada setiap musim dengan seizin Rabbnya." (Qs. Ibraahiim [14]: 23-24)

Pohon keimanan juga begitu, akarnya menancap kuat dalam hati. Cabang-cabangnya adalah ucapan yang baik dan amal shalih yang diangkat ke langit. Pohon tersebut tidak henti-hentinya mengeluarkan buahnya setiap musim atas izin Rabb-nya dalam bentuk ucapan yang baik dan amal shalih. Ucapan tersebut dapat menyejukkan mata air pemilik akarnya, mata air penjaganya, mata air keluarganya, mata air sahabat-sahabatnya, dan mata air siapa saja yang berdekatan dengannya. Sesungguhnya barangsiapa matanya segar dan sejuk dengan Allah, maka setiap mata menjadi sejuk kepadanya. Apa saja yang liar, jalang, dan buas, menjadi jinak kepadanya. Orang yang bersedih menjadi bahagia karenanya. Orang yang penakut menjadi pemberani. Orang yang melihatnya menjadi termotivasi untuk berdzikir kepada Allah. Jika ia dilihat maka seketika teringat kepada Allah. Ketakutannya hanya tertuju kepada Allah dan seluruh harapannya hanya diberikan kepada Allah. Jika ia melihat maka ia melihat dengan Allah. Jika ia memukul maka ia memukul dengan Allah. Jika ia berjalan maka ia berjalan dengan Allah. Jika ia mencintai maka ia mencintai karena Allah. Jika ia membenci maka ia membenci karena Allah. Jika ia memberi maka ia memberi karena Allah.

Sebagian orang yang telah sampai pada tahap makrifah berkata, "Setiap amal yang tidak mengikuti (Nabi) adalah konsumsi jiwa belaka." Tokoh tarekat, Junaid bin Muhammad berkata; "seluruh jalan yang ada semuanya tertutup kecuali jalan orang yang menapaktilasi jalan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman;
'Demi keagungan-Ku dan kebesaran-Ku, seandainya mereka datang kepada-Ku melalui semua pintu dan memintaku membuka semua pintu tersebut, maka AKu tidak membuka pintu-pintu tersebut bagi mereka hingga mereka masuk di belakangmu.'"

Dikarenakan kebahagiaan selalu berputar kepada apa saja yang beliau bawa, maka sudah sepantasnya bagi orang yang ingin memperbaiki dirinya untuk menjadikan detik-detik umurnya dalam rangka merajut perkenalan yang kental dengan-Nya dan memfokuskan keinginannya untuk mencintai-Nya. Oleh karena itu tidak ada salahnya kalau kami mengajak pembaca yang budiman untuk memahami kaidah-kaidah pokok dalam perjalanan hijrah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan setiap amal perbuatan kami ikhlas karena-Nya, dan kami berharap setiap orang akan memperoleh bagian (manfaat) darinya. Cukuplah Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi kita dan Dia-lah sebaik-baik tempat menaruh harapan dan menyerahkan diri.

Jika dalam tulisan-tulisan kami nanti terdapat kebaikan dan pahala, maka itu berasal dari Allah Yang Maha Memberi. Namun jika terdapat kesalahan dan kekurangan, maka itu berasal dari kami dan syetan. Allah dan Rasul-Nya terbebas dari itu.